Kamis, 21 April 2016

Tak Pernah Ku Menyesal Jika Nanti Bukan Aku atau Namaku Yang Kau Sebut tapi Orang Lain

Hidup itu sangat sederhana, seperti adanya siang  malam dan pagi yang akan mewarna mentari. Hidup tidak mungkin selalu sedingin es, atau sebasah hujan dengan diiringi badai petir yang bergemuruh. Hidup adalah suatu anugrah yang harus kita syukuri, yang harus kita perjuangkan, yang harus kita relakan dan ikhlaskan



Dalam hidup, kita sendiri yang membuatnya rumit, membuatnya galau (sitik sitik galau sitik galau,, meng krungu lagu bebek adus kali we mrebes mili)) jian marai ngakak,,,]dan membuatnya serasa menyakitkan. Padahal di balik hujan disertai badai petir dan panas pasti ada pelangi yang menyambut, dan di balik dinginnya es pasti ada bunga yang siap-siap untuk tumbuh..

Aku tidak takut, bukan berarti aku benar-benar merelakan mu. Tapi aku coba untuk menenangkan kegelisahan yang selama ini hadir dalam fikiranku. Aku tidak takut, sebenarnya menunjukan di mana rasa takut itu. Aku tidak takut ini, membuktikan kalau aku benar-benar sangat takut kehilanganmu..

Tapi hidupmu milikmu seutuhnya,[[aku ora sopo sopo,,aku loo sopo..diumpamakne aku ki wong asing lah ]] aku hanya seorang yang berharap menjadi bagian dari hari-hari mu. Aku yang selalu berdoa tanpa kau tau agar hari-hari itu menjadi nyata. Aku yang selalu gembira, hanya dengan melihat keseharian mu di media sosial tanpa kau tau[[yo meng ngintip status e upload foto,coment coment ane]]


Meski bibirmu tak berkata, bukan berarti ku tak merasa, dan aku mengerti apa apa saja setiap apa yang diungkapkan dan tidak diungkapkan. Kalau mungkin rasa ini tidak akan terbalas sesuai dengan harapan yang ku simpan. Ikhlas ku selalu bersama mu, jika seandainya hari itu tiba dan di sampingmu bukan aku.



Tidak perlu ragu atau risau jika jodoh tidak kunjung datang. Mungkin dia sedang mempersiapkan mahar dan mencari alamat rumah kita. Atau mungkin sedang tersesat dan dan singgah dulu ke lain hati[[lagi numpak angkot yoo,,opo lagi dolan dolan ]]

“ wahai pemilik hatiku, jagalah hatimu sampai tiba pada waktunya berlabuh ke seseorang yang kau takdirkan. Kuatkan lah iman dalam bertaqwa kepada-NYA. permudahlah jalan ku untuk terus memperbaiki diriku yang memang belum bisa sempurna. Dan jangan sampai rasa cintaku kepadamu  melebihu cintaku pada-NYA “

"dan untuk pemilih katiku nantinya aku ingin mengenalimu dari dirimu dan juga keluargamu,,bukan dari orang lain,,karena tidak selalu bener apa yang dikatakan oleh mereka tentangmu pemilih hatiku nantinya"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar